Menjaga Kesehatan wanita dengan Pandunya Si Dara

Spread the love

Salah satu Program Inovasi Puskesmas Ngaglik II yang terfokus pada kesehatan wanita adalah Pandunya Si Dara (Pos Pelayanan Terpadu yang Sadar IVA dan Sadari).

Program ini dibuat karena tingginya kasus kanker payudara dan kanker servik yang menyerang para wanita, dan masih banyaknya wanita yang belum aware dengan kesehatan organ reproduksinya.

Tidak sedikit wanita yang belum tahu bahwa kedua kanker ini dapat dideteksi sejak dini dengan beberapa pemeriksaan, baik yang dilakukan oleh diri sendiri maupun melalui tenaga kesehatan.

Inspeksi Asam Asetat atau yang lebih mudah disebut IVA, adalah salah satu metode untuk mendeteksi adanya tanda-tanda kanker servik dengan menggunakan usapan asam asetat (asam cuka) 3-5% pada serviks/leher rahim. IVA merupakan metode skrining untuk kanker servik/kanker leher rahim. Dengan dilakukannya IVA, kita dapat mengetahui secara dini apakah ada keganasan atau ketidak normalan pada leher rahim kita.

Sumber : RSU Sejahtera Bhakti & Holistik

IVA mempunyai beberapa keunggulan yaitu selain sebagai metode skrining awal, juga pelaksanaannya yang murah, mudah, dan praktis, serta bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan seperti bidan di Puskesmas, bukan hanya dokter obstetri ginekologi. Selain itu, ketika selesai tes IVA, kita juga langsung dapat mengetahui hasil dari pemeriksaan tersebut, jadi tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui apakah leher rahim kita normal atau tidak normal.

Sedangkan SADARI atau yang mempunyai kepanjangan Periksa Payudara Sendiri adalah sebuah pemeriksaan yang dilakukan oleh diri sendiri untuk mengetahui apakah ada ketidaknormalan pada payudara kita.

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada perubahan fisik pada payudara. Proses ini dilakukan agar semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius dapat segera ditangani. Pada umumnya payudara akan terasa berbeda ketika menstruasi. Sebelum dan selama periode ini, kebanyakan wanita merasa payudaranya akan menjadi makin kencang dan padat. Memasuki masa menopause, payudara akan terasa lebih kendur dan lembut.

Bagaimana Cara Memeriksa Payudara Sendiri?

Waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari setelah menstruasi berakhir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain :

  1. Di depan Cermin dengan posisi berdiri
  2. Saat Mandi dengan posisi yang hampir sama dengan berdiri di depan cermin.
  3. Berbaring
Sumber : Yayasan Kanker Payudara Indonesia

Benjolan atau perubahan payudara dapat disebabkan oleh banyak hal. Namun tidak semua benjolan mengarah pada penyakit yang serius seperti kanker. Akan tetapi, kanker yang terlambat ditangani akan membawa dampak yang sangat serius. Oleh karenanya, segera periksakan diri ke dokter jika dalam pemeriksaan mandiri kita menemukan benjolan yang tidak normal seperti benjolan keras pada payudara atau ketiak, kulit menjadi berkerut atau ada cekungan, keluar cairan dari puting payudara, namun bukan ASI, keluar darah dari puting, dan adanya rasa tidak nyaman dan sakit berkelanjutan pada area payudara.

Penting untuk melakukan kedua pemeriksaan ini secara rutin. Tes IVA sendiri dapat dilakukan 1 tahun sekali, sedangkan Sadari, dapat dilakukan secara teratur sebulan sekali. Dengan rutin melakukan pemeriksaan, apabila ada kelainan pada leher rahim dan payudara dapat diketahui sejak dini, dan dapat ditangani dengan tepat sebelum terlambat.

Jadi, jangan lupa untuk melakukan Tes IVA di Puskesmas Ngaglik II setiap hari Sabtu, mulai pukul 08.00 – 11.00 WIB.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *