Adaptasi Kebiasaan di Era Baru

Spread the love

Mengenal istilah Adaptasi Kebiasaan Baru

Akhir-akhir ini tidak jarang kita mendengar istilah NEW NORMAL atau era normal baru. New normal adalah istilah yang digunakan untuk mencerminkan perubahan dalam masyarakat. Jika dikaitkan dengan Pandemi COVID-19, maka new normal berarti perubahan sikap, perilaku dan kebiasaan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari selama masa pandemi COVID-19.  Namun dalam penerapannya di masyarakat, ternyata diksi New Normal justru membuat masyarakat hanya fokus pada kata ‘Normal’ nya saja dan tidak menyeluruh pada ‘new normal’ atau pembaruan kehidupan yang normal. Pemerintah akhirnya mengubah diksi new normal menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru agar tidak menjadi istilah yang bias makna di masyarakat dan lebih mudah diterapkan oleh masyarakat.

Mengapa harus melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru?

Wabah pandemi COVID-19 ini menuntut kita untuk beradaptasi pada kebiasaan baru, ditambah dengan mulai adanya pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) membuat kita sebagai manusia harus beradaptasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan menerapkan kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan, sebagai upaya untuk terhindar dari COVID-19.

Apa saja  kebiasaan-kebiasaan yang harus kita terapkan dan biasakan dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini?

  1. Menjaga Jarak Fisik (1-2 meter)
    • Dengan mulai menggeliatnya aktivitas dan ruang publik, tentunya akan semakin sering kita bertemu dengan orang lain. Nah untuk tetap menjaga diri kita agar terhindar dari COVID-19, kita tetap harus menjaga jarak dengan orang lain. Karena dengan menjaga jarak fisik, risiko kita tertular COVID-19 juga lebih rendah.
  2. Selalu Gunakan Masker dengan Benar
    • Masker merupakan salah satu alat perang wajib di masa sekarang. Setiap kali kita memutuskan untuk keluar dari rumah, maka masker harus selalu dipakai. Penggunaan masker dapat mencegah virus, kuman, bakteri, kotoran yang berada di luar tubuh masuk ke dalam tubuh kita melalui saluran terbuka seperti hidung dan mulut. Perlu diperhatikan juga penggunaan masker yang tepat, yaitu menutupi seluruh area hidung dan mulut, dan mengganti masker secara berkala apabila masker sudah dalam kondisi basah atau kotor.
  3. Sering Cuci Tangan Memakai Sabun dan Air Mengalir
    • Tangan menjadi salah satu media penyebaran berbagai hal, tak terkecuali virus, bakteri dan kuman karena tangan digunakan untuk menyentuh hampir seluruh permukaan benda seperti HP, gagang pintu, uang, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membiasakan mencuci tangan kita setelah menyentuh berbagai barang yang biasa disentuh oleh orang lain, atau jika kita ingin menyentuh bagian wajah kita (terutama mata, mulut, dan hidung) dan ingin makan, maka pastikan tangan kita sudah bersih dan kita sudah melakukan cuci tangan.
  4. Tetap di rumah jika sakit
    • Jika kita sedang mengalami sakit seperti flu, batuk, demam akan lebih baik jika kita tetap di rumah saja untuk beristirahat sampai pulih. Selain untuk kesehatan diri sendiri, juga sebagai upaya untuk mencegah orang lain tertular flu dan batuk ke orang lain.
  5. Segera mandi setelah bepergian
    • Setelah beraktivitas di luar rumah, biasakan untuk segera mandi dengan sebelumnya menanggalkan dan merendam baju yang dipakai di air rendaman detergen. Mandi dengan bersih  membuat kita terhindar dan membersihkan kotoran yang mungkin menempel di tubuh kita, selain itu juga membuat badan kita menjadi lebih segar dan rileks.
  6. Bawa handsanitizer ke mana saja
    • Jika kita sedang bepergian ke luar rumah, maka salah satu alat perang penting yang harus selalu dibawa adalah hand sanitizer. Hand sanitizer dapat membantu membersihkan tangan kita dari kotoran, bakteri, dan virus apabila di lokasi yang kita tuju tidak tersedia sarana cuci tangan yang memadai. Namun, yang terpenting adalah tetap mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.
  7. Lansia dan Balita tetap di rumah saja
    • Lansia dan Balita merupakan kelompok rentan di masa pandemi COVID-19 ini. Dengan tinggal di rumah, maka risiko itu tentunya akan menurun dan kesehatan juga akan lebih terjaga.
  8. Hindari Kontak Fisik
    • Menghindari kontak fisik seperti bersalaman di era pandemi ini dapat mengurangi risiko tersebarnya virus dari satu orang ke orang lain. Kita dapat mengganti mengucapkan salam dengan melambaikan tangan, menangkupkan tangan atau tanda lainnya untuk menyapa orang lain.

 

Penulis : Ajeng Rizki Fauzi

Sumber : Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *