(0274) 4360557 [email protected]

Inovasi Gebyar Germas Pungawa untuk Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat Berperilaku Hidup Sehat

Gambar 1 : Senam Bersama

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-58, Puskesmas Ngaglik II mengadakan sebuah inovasi yaitu Gebyar Germas Pungawa. Gebyar Germas Pungawa diselenggarakan di Embung Jetis Suruh, Donoharjo, Ngaglik pada 29 Oktober 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membiasakan berperilaku hidup sehat. Rangkaian acara dalam Gebyar Germas Pungawa diantaranya yaitu senam bersama (Gambar 1) dan berikut ini.

Gambar 2 : Pemeriksaan Gula Darah

Pemeriksaan gula darah sangat penting dilakukan, mengingat di zaman yang serba canggih dan berkembang ini, penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat seperti hipertensi, diabetes mellitus, stroke, jantung, dan lainnya.

Gambar 3 : Lomba Mewarnai bagi TK/PAUD

Tidak hanya bagi orang dewasa, terdapat lomba mewarnai bagi siswa-siswi TK/PAUD. Pemenang dari lomba mewarnai mendapatkan hadiah uang tunai, piala, dan piagam. Juara lomba yang diambil yaitu Juara 1-3 dan Juara Harapan 1-3 untuk Lomba Mewarnai tingkat TK, sedangkan Lomba Mewarnai tingkat PAUD diambil Juara 1-3.

Gambar 4 : Pagelaran SINOWA

Pagelaran SINOWA (Seputar Inovasi Pungawa) yang dimainkan oleh para karyawati Puskesmas Ngaglik 2 mengusung 12 inovasi dalam bidang kesehatan. 12 Inovasi tersebut diantaranya :

  1. SiGambang (Siap Gabung Penimbangan)
  2. Mapan Lanjud Narsis (Masa dePAN gemiLANg mewuJUDkan aNAk geneRaSI emaS)
  3. Sigul Giat (generaSI ungGUL giGI sehAT)
  4. Garda Bias : Inovasi ini muncul sebagai tindak lanjut cakupan imunisasi di wilayah Puskesmas Ngaglik II
  5. Gaseba (Generasi Anak SEhat Bebas Anemia)
  6. Jamu Seger Waras (JAngkau teMUkan SEGERa WAspada sadaRkAn) : inovasi screening HIV/AIDS kepada masyarakat yang rentan tertular HIV/AIDS
  7. Mas Duta Siber (MASyarakat peDUli dan TAnggap paSIen tuBERculosis)
  8. Pandunya Si Dara (Pos pelayanAN terpaDU yang sadar IVA dan Sadari)
  9. Meka Tanpa Rok (MEnuju KAwasan TANPa Asap ROKok)
  10. Desi GJ (DEsa SIaGa sehat Jiwa)
  11. Kacer’e Mas Edi (KAder CERdas MEnggunakan Obat MASyarakat SEhat secara ManDIri)
  12. Pos Loper Koran (POSbindu untuk keLOla hiPERtensi dengan KOntrol teRatur dan minum obAt rutiN)

 

Gambar 5 : Pagelaran Gedruk

Gambar 6 : Pembagian Doorprize

Gambar 7 : Masyarakat pengunjung Gebyar Germas

 

Mudik Aman dan Sehat Menyambut Lebaran 2022

Pada lebaran tahun ini, masyarakat Indonesia banyak yang melakukan mudik. Telah dikeluarkan peraturan terbaru mengenai mudik lebaran tahun 2022, yang sebelumnya belum diperbolehkan melakukan perjalanan mudik dikarenakan pandemi Covid-19. Pada tahun ini telah diperbolehkan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan telah melakukan vaksinasi booster.

Agar perjalanan pulang kampung halaman sehat dan aman, Kemenkes RI memberikan tips mudik sehat. (1) Cuci tangan pakai sabun, penting untuk dilakukan agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain. Tangan merupakan sumber kuman karena digunakan untuk berbagai aktivitas. (2) Siapkan perbekalan selama perjalanan, agar perjalanan tetap nyaman dan tidak lapar dan haus. (3) Konsumsi makanan dan minuman bersih dan sehat, makanan yang sehat saat perjalanan tidak hanya yang mengenyangkan namun juga menjaga kesehatan fisik. (4) Gunakan masker dan lindungi diri dari asap, debu. (5) Tidak menerima makanan dan minuman dari orang yang tidak dikenal. Makan dan minum bergantian dengan orang lain tidak disarankan karena dapat menjadi sumber penularan penyakit. (6) Buang sampah pada tempatnya. (7) Buang air di toilet yang tersedia.

Berikut merupakan panduan mudik aman dan sehat versi Kemenkes RI

Waspada Obesitas pada Kehamilan, Bunda

Ada mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil wajar apabila gendut. Anggapan tersebut salah. Saat hamil, bunda dapat mengalami peningkatan berat badan cukup banyak. Namun, jangan sampai naik secara berlebihan karena dapat mengalami komplikasi.

Sumber gambar : https://www.popmama.com/

Berikut merupakan kemungkinan risiko hingga komplikasi kehamilan bagi ibu dan bayi apabila mengalami obesitas saat kehamilan.

Diabetes gestasional

Kondisi yang terjadi apabila kadar gula darah tinggi yang terjadi pada ibu hamil. Penderita diabetes gestasional berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari. Dalam kebanyakan kasus, tidak ada gejala. Tes gula darah selama kehamilan digunakan untuk diagnosis. Strategi pengobatan meliputi pemantauan gula darah harian, diet sehat, olahraga, dan pemantauan bayi. Jika gula darah terlalu tinggi, obat-obatan yang dibutuhkan.

Pre eklamsia

Komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dan protein urin adalah ciri-ciri utamanya. Pembengkakan kaki dan retensi air kemungkinan dapat terjadi, namun cukup sulit dibedakan dengan kehamilan normal.

Sleep apnea

Gangguan tidur yang dapat terjadi karena faktor risiko diantaranya penuaan dan obesitas. Gejalanya dapat berupa dengkuran yang keras dan kelelahan meskipun telah tidur semalaman. Sleep apnea dapat berpotensi menjadi serius ketika napas berhenti dan berlanjut berulang kali.

Keguguran

Peluang keguguran akan semakin besar seiring bertambahnya berat badan. Selain itu, risiko kematian bayi saat lahir atau memiliki bayi yang cacat lahir juga lebih tinggi jika ibu hamil mengalami obesitas.

Bayi lahir prematur

Kelahiran bayi prematur yaitu kelahiran bayi sebelum usia kehamilan 37 minggu ternyata dapat meningkat bila sang ibu obesitas atau overweight (kelebihan berat badan). Bayi yang dilahirkan prematur dapat memiliki risiko terjadi infeksi dan komplikasi yang dapat meningkatkan risiko kematian.

Makrosomia

Bayi yang lahir dengan berat badan diatas rata-rata. Kondisi ini dapat menyebabkan proses persalinan menjadi sulit dan berbahaya bagi ibu dan bayi. Bayi makrosomia juga berisiko tinggi menderita masalah kesehatan di kemudian hari seperti diabetes mellitus dan obesitas.

 

Jaga Pola Makan dan Olahraga

Sumber gambar : https://www.prenagen.com/id/

Ada beberapa cara menjaga berat badan ibu hamil agar tetap ideal yaitu dengan menerapkan pola makan sehat dan berolahraga. Olahraga bagaimana yang bisa bumil lakukan? Yoga, jalan santai, senam hamil, dan berenang. Olahraga yang dilakukan merupakan olahraga santai, tujuannya agar tak membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Selain itu, ibu hamil juga harus menerapkan pola makan sehat agar berat badan tetap ideal. Ibu hamil harus mengetahui jenis-jenis makanan yang perlu dikonsumsi maupun yang harus dihindari. Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mencegah obesitas selama kehamilan.

Menjaga Kesehatan wanita dengan Pandunya Si Dara

Salah satu Program Inovasi Puskesmas Ngaglik II yang terfokus pada kesehatan wanita adalah Pandunya Si Dara (Pos Pelayanan Terpadu yang Sadar IVA dan Sadari).

Program ini dibuat karena tingginya kasus kanker payudara dan kanker servik yang menyerang para wanita, dan masih banyaknya wanita yang belum aware dengan kesehatan organ reproduksinya.

Tidak sedikit wanita yang belum tahu bahwa kedua kanker ini dapat dideteksi sejak dini dengan beberapa pemeriksaan, baik yang dilakukan oleh diri sendiri maupun melalui tenaga kesehatan.

Inspeksi Asam Asetat atau yang lebih mudah disebut IVA, adalah salah satu metode untuk mendeteksi adanya tanda-tanda kanker servik dengan menggunakan usapan asam asetat (asam cuka) 3-5% pada serviks/leher rahim. IVA merupakan metode skrining untuk kanker servik/kanker leher rahim. Dengan dilakukannya IVA, kita dapat mengetahui secara dini apakah ada keganasan atau ketidak normalan pada leher rahim kita.

Sumber : RSU Sejahtera Bhakti & Holistik

IVA mempunyai beberapa keunggulan yaitu selain sebagai metode skrining awal, juga pelaksanaannya yang murah, mudah, dan praktis, serta bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan seperti bidan di Puskesmas, bukan hanya dokter obstetri ginekologi. Selain itu, ketika selesai tes IVA, kita juga langsung dapat mengetahui hasil dari pemeriksaan tersebut, jadi tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui apakah leher rahim kita normal atau tidak normal.

Sedangkan SADARI atau yang mempunyai kepanjangan Periksa Payudara Sendiri adalah sebuah pemeriksaan yang dilakukan oleh diri sendiri untuk mengetahui apakah ada ketidaknormalan pada payudara kita.

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada perubahan fisik pada payudara. Proses ini dilakukan agar semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius dapat segera ditangani. Pada umumnya payudara akan terasa berbeda ketika menstruasi. Sebelum dan selama periode ini, kebanyakan wanita merasa payudaranya akan menjadi makin kencang dan padat. Memasuki masa menopause, payudara akan terasa lebih kendur dan lembut.

Bagaimana Cara Memeriksa Payudara Sendiri?

Waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari setelah menstruasi berakhir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain :

  1. Di depan Cermin dengan posisi berdiri
  2. Saat Mandi dengan posisi yang hampir sama dengan berdiri di depan cermin.
  3. Berbaring
Sumber : Yayasan Kanker Payudara Indonesia

Benjolan atau perubahan payudara dapat disebabkan oleh banyak hal. Namun tidak semua benjolan mengarah pada penyakit yang serius seperti kanker. Akan tetapi, kanker yang terlambat ditangani akan membawa dampak yang sangat serius. Oleh karenanya, segera periksakan diri ke dokter jika dalam pemeriksaan mandiri kita menemukan benjolan yang tidak normal seperti benjolan keras pada payudara atau ketiak, kulit menjadi berkerut atau ada cekungan, keluar cairan dari puting payudara, namun bukan ASI, keluar darah dari puting, dan adanya rasa tidak nyaman dan sakit berkelanjutan pada area payudara.

Penting untuk melakukan kedua pemeriksaan ini secara rutin. Tes IVA sendiri dapat dilakukan 1 tahun sekali, sedangkan Sadari, dapat dilakukan secara teratur sebulan sekali. Dengan rutin melakukan pemeriksaan, apabila ada kelainan pada leher rahim dan payudara dapat diketahui sejak dini, dan dapat ditangani dengan tepat sebelum terlambat.

Jadi, jangan lupa untuk melakukan Tes IVA di Puskesmas Ngaglik II setiap hari Sabtu, mulai pukul 08.00 – 11.00 WIB.

 

 

Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Ngaglik II

Ajeng Rizki Fauzi, S.KM

OUTBOND KARYAWAN PUSKESMAS NGAGLIK II

Apakah Itu Outbond :

Outbond tidak lain merupakan pelatihan manajemen diri (self management) yang memadukan olah pikir, rasa, dan raga. Dan dilakukan di alam terbuka dan dikondisikan di luar kebiasaan. “ Seperti orang yang bekerja meningalkan kebiasaanya berada, berfikir dan berbuat. Kemudian ia mengganti cara berfikir dan cara berbuat tersebut untuk mendapatkan hal-hal yang baru.” (L.Peter Lamury, SH, pembina Pusdiklat kesos Departemen Sosial)

Outbond ini adalah area permainan yang bersifat memberikan eduakasi tentang kekompakan dalam sebuah team dalam melakukan sebuah kegiatan untuk mencapai tujuan bersama sehingga permainan ini bagus untuk dijadikan sebuah permain yang menghibur dan memberikan manfaat yang lebih.

Tujuan dari Outbond :

Tujuan utama kegiatan pelatihan ini adalah melatih para peserta untuk mampu menyesuaikan diri (adaptasi) dengan perubahan yang ada dengan membentuk sikap professionalisme para peserta yang didasarkan pada perubahan dan perkembangan karakter, komitmen serta kinerja yang diharapkan akan semakin lebih baik. Sikap dan perilaku professionalisme seperti ini meliputi :
1.Terbentuknya suatu komitmen yang utuh dari setiap peserta melalui 4C, yaitu :
  • peningkatan kompetensi (competency),
  • pembentukan kosepsi (conception)pemikiran yang komprehensif,
  • terjadinya hubungan (connection) yang semakin erat diantara para bawahan dan atasan, serta
  • munculnya keyakinan akan kepercayaan diri (confidence) akan kemampuan masing-masing pesera yang akan berpengaruh dalam membangun rasa memiliki (the owners) dan bukan sekedar menjadi karyawan. Perubahan ini akan terlihat dari bertumbuh kembangnya rasa tanggung-jawab dalam melakukan tugas di unit kerjanya masing-masing.
2.Pola perilaku yang berkarakter dalam melakukan tugas-tugas kehidupan, berdisiplin, bertanggung jawab, berorientasi ke masa depan, mengutamakan tugas pengabdian, memiliki sikap, etika dan etos kerja yang tinggi.
3.Meningkatkan semangat kerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta meningkatkan keberanian peserta dalam mengambil setiap resiko (risk taking) dari setiap tantangan yang dihadapi.
4.Team building yang solid yang didasarkan pada saling pengertian, kerja sama, koordinasi, menghargai perbedaan, sikap mengutamakan tugas daripada kepentingan pribadi. Dan meyakini bahwa keberhasilan merupakan buah dari kerjasama dan kebersamaan
5.Peningkatan kematangan Emotional Question (EQ) melalui program Olah Rasa yang menjadi porsi perhatian outbound bahkan perhatiannya kepada pengembangan Spiritual Quotion (SQ) akan sangat membantu peserta dalam meningkatkan kematangan kemampuan menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam setiap penyelesaian tugas-tugas yang dihadapi

Outbond untuk karyawan Pusat Kesehatan Ngaglik II dilakukan pada tanggal 5 Juni 2015 di Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi diawali dengan permainan ice breaking, dilanjutkan dengan outbond training berupa :

  1. Jaring rintang air
  2. Tangga tebing goyang
  3. Merangkak ban di atas air
  4. Gubug hujan
  5. Lompat ban diatas air

Kegiatan diakhiri dengan penandantangan komitmen karyawan mendukung akreditasi Puskesmas untuk tahun 2015

DSC01567

 

DSC01570

DSC01579

DSC01585

DSC01591

DSC01597

DSC01602

DSC01604

DSC01606

DSC01607

DSC01608

DSC01609

 

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)