Ada mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil wajar apabila gendut. Anggapan tersebut salah. Saat hamil, bunda dapat mengalami peningkatan berat badan cukup banyak. Namun, jangan sampai naik secara berlebihan karena dapat mengalami komplikasi.

Sumber gambar : https://www.popmama.com/
Berikut merupakan kemungkinan risiko hingga komplikasi kehamilan bagi ibu dan bayi apabila mengalami obesitas saat kehamilan.
Diabetes gestasional
Kondisi yang terjadi apabila kadar gula darah tinggi yang terjadi pada ibu hamil. Penderita diabetes gestasional berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari. Dalam kebanyakan kasus, tidak ada gejala. Tes gula darah selama kehamilan digunakan untuk diagnosis. Strategi pengobatan meliputi pemantauan gula darah harian, diet sehat, olahraga, dan pemantauan bayi. Jika gula darah terlalu tinggi, obat-obatan yang dibutuhkan.
Pre eklamsia
Komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dan protein urin adalah ciri-ciri utamanya. Pembengkakan kaki dan retensi air kemungkinan dapat terjadi, namun cukup sulit dibedakan dengan kehamilan normal.
Sleep apnea
Gangguan tidur yang dapat terjadi karena faktor risiko diantaranya penuaan dan obesitas. Gejalanya dapat berupa dengkuran yang keras dan kelelahan meskipun telah tidur semalaman. Sleep apnea dapat berpotensi menjadi serius ketika napas berhenti dan berlanjut berulang kali.
Keguguran
Peluang keguguran akan semakin besar seiring bertambahnya berat badan. Selain itu, risiko kematian bayi saat lahir atau memiliki bayi yang cacat lahir juga lebih tinggi jika ibu hamil mengalami obesitas.
Bayi lahir prematur
Kelahiran bayi prematur yaitu kelahiran bayi sebelum usia kehamilan 37 minggu ternyata dapat meningkat bila sang ibu obesitas atau overweight (kelebihan berat badan). Bayi yang dilahirkan prematur dapat memiliki risiko terjadi infeksi dan komplikasi yang dapat meningkatkan risiko kematian.
Makrosomia
Bayi yang lahir dengan berat badan diatas rata-rata. Kondisi ini dapat menyebabkan proses persalinan menjadi sulit dan berbahaya bagi ibu dan bayi. Bayi makrosomia juga berisiko tinggi menderita masalah kesehatan di kemudian hari seperti diabetes mellitus dan obesitas.
Jaga Pola Makan dan Olahraga

Sumber gambar : https://www.prenagen.com/id/
Ada beberapa cara menjaga berat badan ibu hamil agar tetap ideal yaitu dengan menerapkan pola makan sehat dan berolahraga. Olahraga bagaimana yang bisa bumil lakukan? Yoga, jalan santai, senam hamil, dan berenang. Olahraga yang dilakukan merupakan olahraga santai, tujuannya agar tak membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Selain itu, ibu hamil juga harus menerapkan pola makan sehat agar berat badan tetap ideal. Ibu hamil harus mengetahui jenis-jenis makanan yang perlu dikonsumsi maupun yang harus dihindari. Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mencegah obesitas selama kehamilan.