Vaksinasi Saat Puasa, Batal atau Tidak?

Spread the love

 

Dalam rangka percepatan pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19, Pemerintah menargetkan pelaksanaan vaksinasi yang menjangkau banyak orang. Program vaksinasi Covid-19 yang telah dimulai sejak akhir tahun 2020 lalu masih dilakukan dan digencarkan di seluruh wilayah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik II, dan tak terkecuali dilakukan pada bulan ramadan tahun 2021 ini. Banyak masyarakat yang ingin memperoleh vaksin Covid-19, namun banyak pula yang ragu dan bertanya bagaimana jika mereka ingin mendapatkan vaksin, namun tetap dalam keadaan berpuasa di bulan ramadan.

Untuk menjawab pertanyaan dan kekhawatiran itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa. Fatwa yang dikeluarkan pada tanggl 16 Maret 2021 tersebut menyatakan bahwa vaksinasi Covid-19 dengan injeksi intramuscular (suntikan pada otot) tidak membatalkan puasa, serta harus disesuaikan dengan asas keselamatan bahwa vaksinasi boleh dilakukan apabila tidak menimbulkan bahaya (dlarar).

MUI juga memberikan beberapa rekomendasi dalam melakukan vaksinasi saat bulan ramadan melalui fatwa ini, antara lain :

  1. Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 pada saat bulan Ramadan untuk mencegah penularan wabah Covid-19 dengan memperhatikan kondisi umat islam yang sedang berpuasa.
  2. Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap umat islam pada malam hari bulan Ramadan jika proses vaksinasi pada siang hari saat berpuasa dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.
  3. Umat islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity) dan terbebas dari wabah Covid-19.

Protokol Kesehatan 5M antara lain : menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik/menggunakan handsanitizer, menjaga jarak fisik minimal 1-2 meter, mengurangi kerumunan, serta membatasi mobilitas atau bepergian apabila tidak mendesak juga diharapkan tetap dilakukan oleh masyarakat meskipun sudah mendapatkan vaksin. Selain itu masyarakat perlu mempersiapkan diri dengan istirahat yang cukup, asupan nutrisi yang bergizi dan seimbang saat sahur dan berbuka agar tetap bugar dan fit meskipun mendapatkan vaksin saat berpuasa.

 

Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Ngaglik II.

Ajeng Rizki Fauzi, S.K.M

Sumber informasi : Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *