by Ajeng Rizki Fauzi | Nov 1, 2021 | Kesehatan
Moment kehamilan merupakan moment yang sangat membahagiakan bagi pasangan suami istri yang akan memiliki buah hati. Urusan kehamilan merupakan tanggung jawab bersama, baik suami maupun istri. Suami pun memiliki peran yang penting dalam mencegah kehamilan beresiko khususnya KEK dan Anemia agar terhindar dari Stunting.

Sumber gambar: https://bp-guide.id/AXEx1e8g
Seputar Anemia, KEK serta dampaknya
Ibu hamil dikatakan memiliki resiko KEK, yakni kurang energi kronis, jika memiliki lingkar lengan atas/ LILA kurang dari 23,5 cm. Sedangkan ibu hamil dinyatakan anemia jika hemoglobin kurang dari 11mg/L. Dampak terhadap anak yang dilahirkan oleh ibu yang anemia menyebabkan bayi lahir dengan persediaan zat besi yang sangat sedikit didalam tubuhnya sehingga beresiko mengalami anemia pada usia dini, yang dapat mengakibatkan gangguan/hambatan pertumbuhan dan perkembangan anak, baik pada sel otak maupun pada sel tubuh lainnya, akibatnya anak tidak dapat mencapai tinggi yang optimal dan menjadi kurang cerdas/ stunting (Husaini, 1989) (WHO, 2001) (dalam Promkes.kemkes.go.id, n.d.). Ibu hamil beresiko dengan KEK dan anemia jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka dapat mengakibatkan kelahiran dengan stunting (Nur Asmi, 2019).
Mengapa Peran suami begitu penting?

Sumber gambar: https://www.prenagen.com/id
Adanya budaya yang mengatakan bahwa urusan kehamilan adalah urusan istri membuat ibu hamil yang sudah beresiko tidak peduli terhadap kehamilannya. Hal ini diperparah dengan kurangnya literasi suami, seperti merasa cukup hanya dengan memberi uang tanpa tahu menahu tentang keadaan kehamilan istri. Padahal ketika istri hamil beresiko, peran suami atau calon ayah sangat penting.
Berikut peran yang bisa dilakukan oleh suami atau calon ayah:
- Memastikan bahwa ibu hamil menjadi prioritas soal asuan protein dan zat gizi yang cukup
- Mengajak ibu hamil memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali
- Mendampingi ibu hamil dengan penuh kasih sayang
- Memastikan kondisi sanitasi rumah memadai
- Menjadi teladan dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat
- Selain itu, komunikasi juga diperlukan untuk membantu ibu baik secara fisik maupun mental dalam menghadapi kehamilannya
Ditulis oleh: Choiril Lathifatul Azizah
by Ajeng Rizki Fauzi | May 3, 2021 | berita, Kesehatan, Umum

Dalam rangka percepatan pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19, Pemerintah menargetkan pelaksanaan vaksinasi yang menjangkau banyak orang. Program vaksinasi Covid-19 yang telah dimulai sejak akhir tahun 2020 lalu masih dilakukan dan digencarkan di seluruh wilayah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik II, dan tak terkecuali dilakukan pada bulan ramadan tahun 2021 ini. Banyak masyarakat yang ingin memperoleh vaksin Covid-19, namun banyak pula yang ragu dan bertanya bagaimana jika mereka ingin mendapatkan vaksin, namun tetap dalam keadaan berpuasa di bulan ramadan.
Untuk menjawab pertanyaan dan kekhawatiran itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa. Fatwa yang dikeluarkan pada tanggl 16 Maret 2021 tersebut menyatakan bahwa vaksinasi Covid-19 dengan injeksi intramuscular (suntikan pada otot) tidak membatalkan puasa, serta harus disesuaikan dengan asas keselamatan bahwa vaksinasi boleh dilakukan apabila tidak menimbulkan bahaya (dlarar).
MUI juga memberikan beberapa rekomendasi dalam melakukan vaksinasi saat bulan ramadan melalui fatwa ini, antara lain :
- Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 pada saat bulan Ramadan untuk mencegah penularan wabah Covid-19 dengan memperhatikan kondisi umat islam yang sedang berpuasa.
- Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap umat islam pada malam hari bulan Ramadan jika proses vaksinasi pada siang hari saat berpuasa dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.
- Umat islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity) dan terbebas dari wabah Covid-19.
Protokol Kesehatan 5M antara lain : menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik/menggunakan handsanitizer, menjaga jarak fisik minimal 1-2 meter, mengurangi kerumunan, serta membatasi mobilitas atau bepergian apabila tidak mendesak juga diharapkan tetap dilakukan oleh masyarakat meskipun sudah mendapatkan vaksin. Selain itu masyarakat perlu mempersiapkan diri dengan istirahat yang cukup, asupan nutrisi yang bergizi dan seimbang saat sahur dan berbuka agar tetap bugar dan fit meskipun mendapatkan vaksin saat berpuasa.
Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Ngaglik II.
Ajeng Rizki Fauzi, S.K.M
Sumber informasi : Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa.
by Ajeng Rizki Fauzi | Feb 5, 2021 | Kesehatan, Umum
Siapa sih yang tidak bahagia jika dambaan hati melamar dan mengajak untuk menikah? Pernikahan adalah gerbang baru dimulainya kehidupan berumah tangga, yang tentunya membutuhkan persiapan yang matang. Menjelang pernikahan biasanya calon pengantin (catin) disibukkan dengan berbagai persiapan, mulai dari tempat acara, catering, baju, dan lain sebagainya. Namun, tidak sedikit pasangan catin yang belum menyadari pentingnya pre marital check up.
Pre Marital Check Up atau dalam bahasa Indonesia disebut Cek Pra Nikah adalah salah satu pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh calon pasangan pengantin (Catin) untuk mengetahui kondisi kesehatan Catin tersebut.
Lalu, apa sih fungsinya melakukan pemeriksaan pra nikah ini?
Cek pra nikah dapat mengenali/mendeteksi risiko, atau kondisi yang saat ini dimiliki pasangan, bukan hanya secara fisik sehat, namun juga secara psikologis dan kondisi gizinya. Setiap pasangan yang akan menikah disarankan untuk menjalani pemeriksaan ini, terutama bagi kaum perempuan, karena dengan pemeriksaan ini juga sebagai bentuk antisipasi jika ke depannya ingin langsung memiliki keturunan. Di Kabupaten Sleman, pemeriksaan catin ini merupakan salah satu syarat administrasi wajib untuk mendaftarkan pernikahan ke KUA.
Apa saja layanan dan alur Cek Pra Nikah di Puskesmas Ngaglik II ?
- Pendaftaran
- Di poli ini, catin yang datang hanya menyerahkan surat pengatar dari Desa untuk melakukan pemeriksaan catin, kartu identitas diri (ktp), dan diusahakan untuk datang berdua karena yang diperiksa nantinya bukan hanya pihak perempuan, namun juga laki-lakinya. Jadi penting untuk menyempatkan waktunya sehari untuk melakukan pemeriksaan ini ya sobat!.
- Kasir
- Cek pra nikah ini tidak bisa menggunakan jaminan seperti KIS atau BPJS ya, dan biaya yang dipatok untuk saat ini (Tarif dapat berubah sesuai dengan peraturan terbaru yang berlaku) adalah sebesar Rp.125.000 untuk catin perempuan, dan Rp. 70.000 untuk catin laki-laki. Jangan lupa siapkan dana untuk pemeriksaan ini ya sobat!
- Poli KIA
- Poli KIA atau poli Kesehatan Ibu dan Anak adalah poli untuk memeriksa dan konsultasi tentang kesehatan reproduksi. Di poli ini juga akan dilakukan imunisasi TT yang nantinya akan diberikan kartu TT sebagai tanda sudah diimunisasi.
- Nah bagi sobat yang mau tanya-tanya tentang kesehatan reproduksi dan mungkin ingin tau tips merencanakan kehamilan, bisa ditanyakan juga ke bidan-bidan hebat di poli ini.
- Laboratorium
- Di laboratorium akan dilakukan pemeriksaan Hb (hemoglobin) dan cek kehamilan (PP test). Pemeriksaan Hb berfungsi untuk mengetahui kadar Hb calon pengantin perempuan. Jika Hb nya tergolong rendah, maka nantinya akan ada saran tindakan yang diberikan oleh dokter untuk mengatasi hal tersebut.
- BP Gigi
- Mau menikah kok pakai periksa gigi? Emangnya penting? Penting dong! Pemeriksaan gigi sebelum menikah bukan hanya untuk penampilan saja lho, tapi ada manfaatnya. Dengan mengetahui kondisi kesehatan gigi para calon orang tua, terutama ibu, berdampak secara tidak langsung pada perkembangan janin. Pemeriksaan gigi sebelum menikah juga bertujuan untuk mencegah infeksi yang mungkin ada di gigi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin gigi, terutama bagi mereka yang hendak menikah. Agar kondisi gigi dan mulut sehat, dan terjaga hingga kehamilan terjadi.
- Poli Gizi
- Konseling gizi sebelum menikah bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan calon ibu dan calon generasi yang sehat. Selain itu, konseling gizi juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan catin tentang gizi sehingga terwujud keluarga sadar gizi. Di poli ini akan dilakukan pengukuran antropometri untuk menjadi dasar sesi konseling, juga akan dijelaskan mengenai gizi seimbang. Pada sesi konseling ini jika diketahui catin perempuan mengalami masalah gizi seperti kurus, obesitas, KEK, anemia, maka akan diberikan konseling yang sesuai dengan masalahnya supaya dapat mengubag perilaku gizinya sampai nanti persiapan kehamilan.
- Poli Psikologi
- Di Poli ini akan ada sesi konsultasi dengan psikolog, yang bertujuan untuk mempersiapkan secara mental kehidupan ke depan setelah menikah.
- BP Umum
- Setelah melalui semua sesi itu, di poli ini sobat catin akan bertemu dengan Dokter yang akan memeriksa kondisi fisik sobat dan sekaligus yang akan mengeluarkan surat keterangan sehat catin yang sobat butuhkan untuk diserahkan ke KUA.
Nah jika semua layanan tersebut sudah sobat terima, maka surat yang sobat dapatkan dapat diserahkan ke KUA sebagai syarat administrasi pendaftaran pernikahan. Namun, tentunya segala pemeriksaan yang dilakukan itu bukan hanya untuk terbitnya surat, melainkan juga memberikan manfaat bagi sobat catin yang segera menuju gerbang pernikahan ya.
Jangan lupa untuk datang berdua ketika melakukan cek pra nikah ini ya sobat, karena menikah itu dilakukan oleh dua orang, jadi sempatkan waktu sobat untuk menjalani persiapan ini.
Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Ngaglik II
Ajeng Rizki Fauzi, S.K.M
by Ajeng Rizki Fauzi | Jan 24, 2021 | berita, Kesehatan

Sumber gambar : Instisari Grid
Sobat pungawa sering tidak sih mengalami pegal-pegal, sakit leher, dan sakit pada bagian tulang punggung? Jika jawabannya ya, bisa jadi karena kita terlalu lama duduk pada posisi yang sama.
Jika sobat pungawa mengalami hal itu, maka sobat dapat mulai melakukan peregangan rutin setiap hari agar postur tubuh sobat dapat kembali normal. Peregangan perlu dilakukan lho ketika kita mulai merasa tubuh tegang dan kaku. Peregangan bertujuan melemaskan atau melenturkan bagian tubuh yang kaku serta tegang. Mari simak apa saja manfaat melakukan peregangan secara rutin!
- Dapat Membantu Memperbaiki Postur Tubuh
- Melakukan peregangan dapat membantu memperbaiki postur tubuh kita, terutama jika kita terus-menerus melakukan posisi duduk yang membungkuk dan juga berjalan yang tidak tegak, yang akan menyebabkan postur tubuh kita berubah dan tidak semestinya. Melakukan peregangan secara rutin dengan gerakan yang tepat dapat membantu mengembalikan postur tubuh menjadi seperti semula. Posisi punggung akan kembali tegak, serta tulang ekor juga akan kembali ke posisi awal.
- Dapat Menghindari Cedera
- Peregangan dapat meningkatkan vitalitas dan gerak tubuh sehingga lebih mudah dalam beradaptasi dengan gerakan yang tiba-tiba. Sebelum berolahraga, hendaknya kita melakukan peregangan agar dapat terhindar cedera saat berolahraga.
- Dapat Membantu Mengruangi Stres
- Manfaat lain dari peregangan berkaitan dengan kesehatan jiwa adalah mengurangi stres. Peregangan dapat menstimulasi otot-otot tubuh agar menjadi lebih santai, hal ini membantu mengurangi stres.
- Memperbaiki Metabolisme Tubuh
- Peredaran darah bisa menjadi lebih lancar jika kita rutin melakukan peregangan lho, dan tentunya metabolisme tubuh lebih cepat.
Sudah tahu kan manfaat melakukan peregangan. Yuk jangan malas beranjak dari kursi nyamannya, mari bergerak, dan lakukan peregangan minimal 5 menit setiap hari, dan dapatkan manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita.
by Ajeng Rizki Fauzi | Jan 13, 2021 | Kesehatan
Adaptasi kebiasaan baru
Mengenal istilah Adaptasi Kebiasaan Baru
Akhir-akhir ini tidak jarang kita mendengar istilah NEW NORMAL atau era normal baru. New normal adalah istilah yang digunakan untuk mencerminkan perubahan dalam masyarakat. Jika dikaitkan dengan Pandemi COVID-19, maka new normal berarti perubahan sikap, perilaku dan kebiasaan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari selama masa pandemi COVID-19. Namun dalam penerapannya di masyarakat, ternyata diksi New Normal justru membuat masyarakat hanya fokus pada kata ‘Normal’ nya saja dan tidak menyeluruh pada ‘new normal’ atau pembaruan kehidupan yang normal. Pemerintah akhirnya mengubah diksi new normal menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru agar tidak menjadi istilah yang bias makna di masyarakat dan lebih mudah diterapkan oleh masyarakat.
Mengapa harus melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru?
Wabah pandemi COVID-19 ini menuntut kita untuk beradaptasi pada kebiasaan baru, ditambah dengan mulai adanya pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) membuat kita sebagai manusia harus beradaptasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan menerapkan kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan, sebagai upaya untuk terhindar dari COVID-19.
Apa saja kebiasaan-kebiasaan yang harus kita terapkan dan biasakan dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini?
- Menjaga Jarak Fisik (1-2 meter)
- Dengan mulai menggeliatnya aktivitas dan ruang publik, tentunya akan semakin sering kita bertemu dengan orang lain. Nah untuk tetap menjaga diri kita agar terhindar dari COVID-19, kita tetap harus menjaga jarak dengan orang lain. Karena dengan menjaga jarak fisik, risiko kita tertular COVID-19 juga lebih rendah.
- Selalu Gunakan Masker dengan Benar
- Masker merupakan salah satu alat perang wajib di masa sekarang. Setiap kali kita memutuskan untuk keluar dari rumah, maka masker harus selalu dipakai. Penggunaan masker dapat mencegah virus, kuman, bakteri, kotoran yang berada di luar tubuh masuk ke dalam tubuh kita melalui saluran terbuka seperti hidung dan mulut. Perlu diperhatikan juga penggunaan masker yang tepat, yaitu menutupi seluruh area hidung dan mulut, dan mengganti masker secara berkala apabila masker sudah dalam kondisi basah atau kotor.
- Sering Cuci Tangan Memakai Sabun dan Air Mengalir
- Tangan menjadi salah satu media penyebaran berbagai hal, tak terkecuali virus, bakteri dan kuman karena tangan digunakan untuk menyentuh hampir seluruh permukaan benda seperti HP, gagang pintu, uang, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membiasakan mencuci tangan kita setelah menyentuh berbagai barang yang biasa disentuh oleh orang lain, atau jika kita ingin menyentuh bagian wajah kita (terutama mata, mulut, dan hidung) dan ingin makan, maka pastikan tangan kita sudah bersih dan kita sudah melakukan cuci tangan.
- Tetap di rumah jika sakit
- Jika kita sedang mengalami sakit seperti flu, batuk, demam akan lebih baik jika kita tetap di rumah saja untuk beristirahat sampai pulih. Selain untuk kesehatan diri sendiri, juga sebagai upaya untuk mencegah orang lain tertular flu dan batuk ke orang lain.
- Segera mandi setelah bepergian
- Setelah beraktivitas di luar rumah, biasakan untuk segera mandi dengan sebelumnya menanggalkan dan merendam baju yang dipakai di air rendaman detergen. Mandi dengan bersih membuat kita terhindar dan membersihkan kotoran yang mungkin menempel di tubuh kita, selain itu juga membuat badan kita menjadi lebih segar dan rileks.
- Bawa handsanitizer ke mana saja
- Jika kita sedang bepergian ke luar rumah, maka salah satu alat perang penting yang harus selalu dibawa adalah hand sanitizer. Hand sanitizer dapat membantu membersihkan tangan kita dari kotoran, bakteri, dan virus apabila di lokasi yang kita tuju tidak tersedia sarana cuci tangan yang memadai. Namun, yang terpenting adalah tetap mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.
- Lansia dan Balita tetap di rumah saja
- Lansia dan Balita merupakan kelompok rentan di masa pandemi COVID-19 ini. Dengan tinggal di rumah, maka risiko itu tentunya akan menurun dan kesehatan juga akan lebih terjaga.
- Hindari Kontak Fisik
- Menghindari kontak fisik seperti bersalaman di era pandemi ini dapat mengurangi risiko tersebarnya virus dari satu orang ke orang lain. Kita dapat mengganti mengucapkan salam dengan melambaikan tangan, menangkupkan tangan atau tanda lainnya untuk menyapa orang lain.
Penulis : Ajeng Rizki Fauzi
Sumber : Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian KesehatanAKB